Merancang Strategi Kompensasi Untuk Perusahaan Multinasional

Merancang Strategi Kompensasi Untuk Perusahaan Multinasional

Merancang Strategi Kompensasi Untuk Perusahaan Multinasional

Selain masalah remunerasi dan paket tunjangan untuk ekspatriat, perusahaan multinasional harus secara bertahap menguji program remunerasi dan tunjangan untuk karyawan asing di semua cabang asing mereka. Semakin besar jumlah negara di mana perusahaan multinasional beroperasi, semakin sulit untuk mendirikan, memantau dan mengontrol program kompensasi atau basis global.

 

Fase Evolusi Perusahaan Multinasional

Fase evolusi atau perkembangan perusahaan multinasional membuat perbedaan besar dalam menangani kompensasi PCN, TCN dan HCN. Jika perusahaan multinasional masih di level 1 (ekspor) atau 2 (cabang penjualan), perusahaan membedakan antara PCN, TCN dan HCN, dan fokus utama HRM adalah pada paket remunerasi untuk ekspatriat (PCN) dari kantor pusat. Jika perusahaan multinasional kemudian berada di level 3 (internasional), 4 (multinasional) atau 5 (global) (misalnya menjadi lebih global dalam hal fokus dan perhatian), kemungkinan paket remunerasi dirancang untuk semua karyawan di seluruh dunia.

 

Opsi Perusahaan Mutlinasional

Perusahaan multinasional yang berbeda telah menggunakan opsi yang berbeda untuk membuat sistem kompensasi global. Ini termasuk dasar kompensasi karyawan global;
Timbangan kantor pusat. Skala global berdasarkan tingkat gaji di perusahaan induk, dengan perbedaan yang dialokasikan ke setiap cabang sesuai dengan perbedaan biaya hidup.
Kewarganegaraan. Satu skala didasarkan pada negara kewarganegaraan karyawan.
Di seluruh dunia. Tetapkan basis global untuk setiap posisi (mungkin dengan perbedaan industri). Kemudian menjadi bentuk upah yang sama untuk pekerjaan yang sama secara global. Pendekatan global biasanya hanya diikuti oleh karyawan dengan posisi tertentu atau kelas gaji tertentu.

 

Memperbarui Paket Kompensasi

Perusahaan multinasional yang mendekati neraca perlu terus memperbarui paket kompensasi mereka dengan biaya hidup baru, yang membutuhkan manajemen berkelanjutan. Ini adalah masalah penting bagi pekerja asing dan menjadi dasar pengaduan tentang pembaruan biaya hidup yang hilang atau terlambat. Perusahaan multinasional juga harus merespons kejadian yang tidak terduga, seperti goncangan nilai tukar dan pasar modal secara tiba-tiba yang melanda sejumlah negara Asia pada 1997. Beberapa negara seperti Indonesia telah mengalami devaluasi rupee lebih dari 50 persen terhadap dolar AS. Dalam beberapa minggu bersatu. Tindakan ini memiliki dampak dramatis pada harga dan biaya hidup. Sumber Rangkuman Terlengkap: SeputarIlmu.Com