Wed. Apr 21st, 2021
Olahraga untuk Penderita Penyakit Jantung, Bagaimana Baiknya

Olahraga rutin adalah salah satu langkah mencegah penyakit jantung. Aktif bergerak bisa memperkuat otot jantung, menjaga berat badan ideal, dan mencegah kerusakan arteri lho. Selain itu, manfaatnya juga bisa kontrol kolesterol, gula darah, dan tekanan darah yang jadi biang penyakit jantung dan stroke. Namun, penderita penyakit jantung jangan asal olahraga ya!

Melansir laman resmi Heart and Stroke Foundation, penderita perlu mempertimbangkan kapan waktu yang tepat, berapa lama, dan jenis olahraga. Pastikan berkonsultasi dengan dokter ahli jantung dan pembuluh darah sampai ahli kebugaran.

Medline Plus merekomendasi aerobik sebagai olahraga yang cocok untuk penderita penyakit jantung. Karena, olahraga aerobik atau kardio dapat melatih jantung agar lebih efisien dalam menggunakan oksigen dan meningkatkan aliran darah. Awali olahragamu dengan jenis latihan yang ringan seperti jalan kaki, berenang, jogging, atau bersepeda selama tiga sampai empat kali seminggu. Gak cuma itu, yoga dan pilates juga bisa membantu otot lebih rileks.

Intensitas olahraga untuk penyakit jantung

150 menit tiap minggu udah bagus lho! Untuk intensitasnya, perhatikan bagaimana detak jantung, tingkat kecepatan napas, keringat, sampai kemampuan otot. Mudahnya, gunakan cara bicara sebagai gambaran. Kalau cepat ngos-ngosan, berarti intensitasnya sedang aja ya.

Tips olahraga untuk penyakit jantung

Simak yuk tipsnya: selalu lakukan peregangan atau pemanasan selama lima menit sebelum mulai berolahraga. Setelah olahraga, lakukan pendinginan. Jangan lupa untuk beristirahat sebelum merasa lelah. Jika merasa ada gejala penyakit jantung kambuh, segera hentikan olahraga. Hindari pakaian terlalu ketat. Pilih olahraga di pagi atau sore hari saat cuaca sedang baik.

Olahraga untuk Penderita Penyakit Jantung, Bagaimana Baiknya

Kapan penderita penyakit jantung perlu setop olahraga?

Ada beberapa ciri-ciri olahraga terlalu banyak memberikan tekanan pada jantung, di antaranya: pusing, sakit dada, detak jantung atau nadi tidak beraturan, sesak napas, mual. Jika ada tanda-tanda seperti itu, langsung hentikan olahraga ya, istirahat, lalu minum air putih.

Segera minta pertolongan medis apabila rasa tidak nyaman tak kunjung reda dan ada tanda-tanda penyakit jantung kambuh seperti: dada sakit, terasa ditekan, berat, sampai menjalar ke lengan, leher, atau rahang, sesak napas, gangguan pencernaan, mati rasa di tangan, berkeringat hingga pandangan kabur, dan pusing. Pastikan untuk selalu berkonsultasi ke dokter tentang olahraga ya.

Untuk membantu biaya berobat jika sewaktu-waktu penyakit jantung kambuh, daftarkan diri Anda segera di asuransi penyakit kritis ya. Dijamin gak akan kewalahan karena sudah ada yang menanggung. Yuk, jaga kesehatan dan ikut asuransi!

By hary