Sat. Dec 5th, 2020

Asuransi jarang memasukkan kerusakan rayap ke dalam daftar kerusakan. Jika sudah begini, maka kita harus khawatir menjauhkan hama ini dari rumah. Rayap merupakan penyebab utama kerusakan rumah di Indonesia.

Faktanya, ada banyak hama lain yang biasa menyerang rumah seperti tikus dan kecoa, tetapi hanya rayap yang dapat merusak struktur bangunan secara signifikan. Kali ini kami memberikan tips bagaimana mendesain rumah agar lebih aman dari serangan rayap.

Buat desain yang matang

Desain rumah bukan hanya tentang bagaimana ruangan ditempatkan atau didekorasi, tetapi juga tentang melindunginya dari serangan rayap. Jika rumah Anda menggunakan elemen kayu untuk tiang, atap dan bagian lain, kemungkinan serangan rayap sangat tinggi karena Anda dapat merasakan keberadaan elemen tersebut di lingkungan Anda.

Pastikan tidak ada titik masuk rayap. Untuk rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu, sebaiknya dibuat lapisan pelindung dari beton karena beton bukan makanan rayap.

Gunakan kayu tahan rayap

Beberapa jenis kayu mengandung zat yang dapat mengusir rayap. Selain itu, kayunya memiliki struktur yang sangat kokoh sehingga menyulitkan rayap untuk menembus. Salah satu yang direkomendasikan adalah kayu jati.

Meski harganya cukup mahal, jati memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki kayu lain. Karena usianya, jati memiliki umur yang sangat panjang. Dari segi daya tahan, Anda juga bisa mengandalkan jati untuk daya tahannya, terutama untuk melawan serangan rayap.

Pastikan kayu benar-benar kering karena kadar air kayu juga bisa mempengaruhi kekuatannya. Kayu sengon bisa jadi alternatif. Kayu solid ini sering digunakan untuk pembuatan kotak kemasan karena kekuatannya.

Anda juga bisa memanfaatkan kayu ulin untuk furnitur rumah tangga. Teksturnya yang keras membuatnya sulit dibelah dengan gergaji. Rayap akan kesulitan memakannya.

Perhatikan titik masuk

Rayap suka berjalan di antara celah-celah. Tidak bisa dikatakan banyak retakan di bawah pondasi rumah. Rayap tidak memakan beton, tetapi bisa menembus celah-celah. Titik masuk lainnya adalah pipa talang. Biasanya pipa ini disambungkan langsung ke atap rumah.

Jika Anda tidak berhati-hati, rayap bisa memanjat atap tanpa menyadarinya. Untuk struktur yang terbuat dari kayu seperti paviliun atau sejenisnya, yang terbaik adalah membangunnya di atas fondasi beton. Hindari menusuk kayu langsung ke tanah, karena akan memudahkan rayap masuk dan menyebabkan kerusakan.

Ciptakan penghalang

Ada beberapa jenis pelindung atau penghalang yang dapat melindungi rumah Anda dari serangan rayap. Yang pertama adalah stasiun umpan. Ini adalah struktur silinder di mana suatu zat menarik rayap. Bahan kimia juga ditempatkan di dalam silinder yang secara perlahan dapat membunuh rayap.

Dengan feeding station, aktivitas rayap dapat dilakukan di luar rumah tanpa harus masuk ke dalam. Contoh penghalang lainnya adalah alas bedak yang dilapisi dengan insektisida. Fondasi rumah beton dapat dilapisi dengan bahan kimia anti rayap sehingga struktur di atasnya jauh dari jangkauan hama tersebut.

Jaga agar tetap lembab

Ventilasi yang baik tidak hanya membuat udara tetap mengalir, tetapi juga mencegah masuknya rayap. Rayap menyukai kelembapan. Ruangan dengan kelembaban tinggi akan menarik perhatian Anda. Untuk mencegahnya, setidaknya setiap ruangan harus memiliki ventilasi.

Tujuannya agar lebih mudah menghirup dan menghembuskan udara sehingga kelembabannya tetap terjaga. Lalu, untuk eksterior, pastikan drainase tidak mengarah langsung ke tanah. Buat saluran pembuangan yang masuk ke bagian luar rumah, bukan ke lantai.

Jika tanah dijaga tetap kering, rayap tidak mungkin muncul. Kapan pun Anda perlu menyiram tanaman, kendalikan aliran air agar tanah tidak terlalu basah.

Source: https://avantela.com/home.